Skip to main content
Puisi Tentang Secangkir Kopi. Kopi sudah menjadi bagian hidup dari para pecinta dan  penikmat kopi, dalam sehari tanpa kopi serasa ada yang kurang. Agar lebih nikmat menikmati kopi, kata kata kopi dalam puisi kopi tentang secangir kopi disajikan sebagai pelengkap bersantai menikmati kopi.

Sebagaimana dalam kehidupan, kopi sudanh menjadi salah satu minuman yang telah terkenal dan di kenal sejak berabad- abad yang lalu. Hal ini karena kopi memiliki rasa yang tak dimiliki oleh minuman lainnya. Kopi mempunyai kandungan zat kafein serta mengandung rasa pahit, yang membuat para pencintanya selalu ketagihan. dari rasa ketagihan kopi maka terciptalah dua puisi kopi yang diupadate dibawah ini.



Dua Puisi Tentang Secangkir Kopi

Tanpa ulasan panjang, tentang kopi dalam rangkaian kata kata indah kopi, berikut ini dua puisi tentang secangkir kopi, untuk anda para pencinta kopi, dan penikmat kopi, dari dua pujangga kopi, bagaimana puisinya silahkan disimak saja puisinya dua puisi kopi cinta berikui ini.

SECANGKIR KOPI KERINDUAN
Oleh: Al Anshar

Senja hari ini
Kusesap secangkir kopi kerinduan
Kunikmati betul pahit kerinduan di lebur manisnya senyum mu dalam kenangan
Kita adalah sosok yang terbelenggu jarak dan dipisah keadaan

Senja hari ini
Aku adalah pria kesepian yang duduk menikmati secangkir kopi sendirian
Diatara tepian berkabut dengan udara dingin menyelimutinya
Berharap agar suara rindu ku merambat di ruang-ruang semesta lantas sampai di hati mu
Atau mungkin saja kerinduan itu terbekukan dingin dan jatuh di tengah jalan
Atau beberapa probabilitas lainnya yang mungkin terjadi

Senja hari ini
Jika mungkin, sudikah kau duduk di kursi kosong di seberang meja ini
Menemani ku menikmati sesap-sesap kopi ini
Agar hari ini, aku bukan lagi pria kesepian yang menikmati senja berakhir sendirian
Maukah kau?

(Azhr, 12 Desember 2017)


Secangkir Kopi Terakhir
Oleh: Earthzcity

Kawan..
Kuseduhkan secangkir kopi terakhir, sebelum aku pamit diri
Tirtanya kusuling dari embun pagi beraroma filantropi
Buahnya kupetik dari rimbun dedaunan diksi, tempat kita menyatukan hati
Lalu kujerang di perigi nurani berapikan terima kasih

Nikmatilah kawan
Nikmatilah secangkir kopi ini, sambil kita menyajakkan memori tentang aku, kamu dan hujan yang gemar berpuisi
Sebab ketika fajar buta beraroma basah tiba
Kutitipkan sepenggal kata Selamat Tinggal di antara pelukan aksara
Yang akan binasa, meng-abu bersama laku sang Surya kala jejaknya menapak daksa milik lembayung senja.

Demikianlah dua puisi tentang secangkir kopi, yang di tulis oleh dua pujangga kopi, semogaokedua puisi kopi cinta dan kopi rindu diatas dapat menghibur bagi para pembaca, yang mungkin saat ini sedang bersantai sambil menikmati kopi.

You Might Also Like: